REPOSITORY PAIindonesia2017

PLURALISME DALAM PERSPEKTIF MUFASSIRIN

Muhammad Syukri · UIN Sultan Syarif Kasim Riau

Abstrak / Ringkasan

Fenomena sejarah sosial masyarakat di berbagai belahan dunia dapat
dikatakan tidak pernah terlepas dari konflik, baik yang bersumber dari agama atau
yang bersumber dari faktor non keagaaman, seperti etnis, politik, ekonomi,
budaya, dan lain sebagainya. Indonesia sendiri mengalami problematika
goncangan kesatuan bangsa yang sangat luar biasa. Ini terbukti dengan terjadinya
kasus pembantaian di tahun 90-an yang terjadi di Ambon. Tahun 2016 penistaan
agama oleh seorang yang Gubenur yang menduduki jabatannya di ibukota Negara.
Terjadinya peperangan antar suku dan agama dari berbagai daerah di Indonesia.
Dampaknya, tempat ibadah, anak-anak, wanita-wanita menjadi korban atas
konflik yang terjadi. Untuk itu, pluralisme menjadi keniscayaan yang tak dapat
dikesampingkan lagi untuk menjawab dan dijadikan solusi dari berbagai konflik
tersebut. NKRI adalah harga mati dan pluralisme adalah jaminannya. Tidak akan
terwujud sebuah negara kesatuan dengan Islam, Kristen, Katolik, Hindu, dan
Budha di dalamnya tanpa ada tenggang-rasa antar umat beragama.
Pluralisme di Indonesia sebenarnya bukan konsep baru dan asing, karena
ia telah menjadi jiwa bangsa sejak dahulu. Hal tersebut tercermin pada semboyan
negara Bhinneka Tunggal Ika yang dikutip dari Kakawin Sutasoma karya Mpu
Tantular (1365) yang secara politis dan geografis bermakna “bermacam ragam
etnis dan agama yang hidup dikawasan Nusantara, tetapi memiliki satu tujuan
yang sama”.
Dalam al-Qur’an sendiri, banyak sekali ayat-ayat yang menerangkan
tentang pluralisme, seperti surah al-Baqarah ayat 62 yang menyatakan bahwa
orang-orang beriman, orang-orang Yahudi, orang-orang Nasrani, Orang-orang
Shabi’, siapa saja di antara mereka yang beriman kepada Allah dan hari akhir
mereka akan masuk ke dalam surga. Quraish Shihab memberikan penafsirannya
pada ayat ini bahwa orang-orang beriman yakni yang mengaku beriman kepada
nabi Muhammad saw, orang-orang yahudi, yakni yang mengaku beriman kepada
nabi Musa as, orang-orang Nashrani yang beriman kepada nabi ‘Isa as, dan
orang-orang shabi’in, kaum musyrik dan penganut kepercayaan lain. Siapa saja
diantara mereka benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian
sebagaimana yang sesuai dengan unsur yang diajarkan Allah melalui para nabi
serta beramal shaleh, yakni yang bermanfaaat sesuai dengan tuntunan Allah,
maka untuk mereka pahala amal-amal shaleh mereka, tidak ada kekhawatiran
terhadap mereka menyangkut sesuatu apapun yang akan datang, dan tidak pula
mereka bersedih menyangkut sesuatu yang telah terjadi. Hal ini berbeda dengan
penafsiran Ibnu Katsir dan Sayyid Quthb, mereka mengatakan bahwa ayat ini
berbicara tentang umat terdahulu, siapa saja di antara mereka yang beriman
kepada Allah sebagai sesembahan dan mengakui akan kebenaran Islam, maka
mereka akan masuk surga.
xii

Tesis dengan judul “Pluralisme dalam perspektif Mufassirin” ini ingin
melihat dan mengungkapkan bagaimana penafsiran para mufassir tentang ayatayat
yang
mengandung
pluralitas,
serta
bagaimana
implikasinya
dalam
kehidupan

modern.
Penulis
membatasi
penafsiran
mufassir
dengan
mengutip
penafsiran
Ibnu

Katsir,
Sayyid
Quthb,
dan
Quraish
Shihab.

Penelitian ini dapat dikategorikan ke dalam motede penelitian
kepustakaan (library research), karena objek material penelitian ini adalah
dengan menggunakan bahan-bahan tulis kepustakaan seperti manuskrip, buku,
majalah, surat kabar, dan dokumen lainnya.
berdasarkan jenis datanya,
penelitian ini adalah penelitian kualitatif, yaitu bentuk penelitian yang dilakukan
terhadap objek penelitian yang bersifat sosiologis. Dilihat dari tingkat
eksplanasinya, penelitian ini merupakan penelitian yang bersifat bersifat
menjelaskan (explanatory), yaitu penelitian yang dilakukan dengan tujuan untuk
menjawab permasalah yang menjadi fokus penelitian dengan berupaya memberi
penjelasan terhadap objek. Dalam penelitian yang bersifat menjelaskan ini,
dimana sudah pasti ada teori-teori yang menjadi dasar. Penelitian ini merupakan
bentuk penelitian al-Qur’an dan tafsir dengan menggunakan metode tematik
(maudhu’i) yaitu suatu pendekatan atau metode menafsirkan al-Qur’an yang pola
penafsirannya berangkat dari suatu persoalan atau tema yang ingin dikaji.Dari
permasalahan di atas, dapat dihasilkan kesimpulan bahwa, satu, Para mufassir
mengakui akan eksistensi agama-agama selain Islam, hal ini terlihat bagaimana
para mufassir menerangkan tentang sejarah agama-agama tersebut namun hanya
agama Islam yang benar. dua, implikasinya dalam kehidupan modern bahwa
bahwa setiap penganut agama memahami akan eksistensi agama-agama lain,
memberikan kebebasan dalam menganut agama dan menjalankan syariatnya, serta
bertoleransi dalam perbedaan-perbedaan yang dilahirkan setiap agama.

Sitasi

RIS BibTeX
Recommendation Engine

Referensi Serupa

REPOSITORY2010

PENINGKATAN MOTIVASI BELAJAR PENDIDIKAN AGAMA ISLAM MELALUI PENERAPAN METODE RESITASI PADA MATERI BERIMAN KEPADA KITAB-KITAB ALLAH MURID KELAS V SDN 006 PANGKALAN KERINCI KABUPATEN PELALAWAN

Sakdanur

99% mirip
REPOSITORY2022

IMPLIKASI KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH TERHADAP KINERJA GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM MTS AL-FALAH UJUNG MENTENG

Zahra, Alifah

99% mirip
REPOSITORY2022

STRATEGI GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM PEMBENTUKAN KARAKTER MANDIRI SISWA ( Studi Kasus di Madrasah Aliyah Al-Falah Klender Jakarta Timur)

KUMALA, RITA

99% mirip
REPOSITORY2025

HUBUNGAN PENGETAHUAN AGAMA ISLAM TERHADAP MINAT MENJADI GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM PADA SISWA SMAN 12 BEKASI

Pratama, Jaya Miko Yoga

99% mirip
REPOSITORY2017

KETERAMPILAN MENGADAKAN VARIASI MENGAJAR GURU BIDANG STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM MENINGKATKAN AKTIVITAS BELAJAR SISWA DI MTS MASMUR PEKANBARU

Ulfajri

99% mirip
REPOSITORY2021

TUGAS DAN FUNGSI KUA DALAM MEMBERIKAN PELAYANAN KEPADA MASYARAKAT BERDASARKAN PERATURAN MENTERI AGAMA NOMOR 34 TAHUN 2016 DI KUA KECAMATAN PAYUNG SEKAKI MENURUT PERSPEKTIF FIQH SIYASAH

MUHAMMAD RYAN HABIBILLAH, -

99% mirip
REPOSITORY2017

Kompetensi Guru Pendidikan Agama Islam dalam Pembentukan Akhlak Siswa di Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN ) Kecamatan Bangkinang

Syukri

99% mirip
REPOSITORY2017

HUBUNGAN ANTAR UMAT BERAGAMA DI RIAU DALAM PERSPEKTIF FIKIH SIYASAH

H. ISMARDI, M.Ag

99% mirip
REPOSITORY2017

Penilaian Autentik dalam Kurikulum 2013 (Implementasi Penilaian Sikap pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam

Atria

99% mirip
REPOSITORY2017

PERAN PENYULUH AGAMA YAYASAN NADWAH MASJIDRAUDHATUL JANNAH DALAM MEMBINA PERILAKU BERAGAMA MUALLAF DI PEKANBARU

AGUNG TRILESTARI

99% mirip
REPOSITORY2012

PENGARUH KREATIVITAS GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM MENGGUNAKAN ALAT PERAGA TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA DI SMPN 3 SINGINGI KABUPATEN KUANTAN SINGINGI

Arif Subasir

99% mirip
REPOSITORY2010

STUDI KOMPARATIF TENTANG HASIL BELAJAR SISWA DENGAN MENGGUNAKAN METODE CERAMAH TANYA JAWAB DAN HASIL BELAJAR SISWA DENGAN MENGGUNAKAN METODE DISKUSI DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMA NEGERI 1 TAMBUSAI KABUPATEN ROKAN HULU

Tengku Abdurrahim

99% mirip
Sumber yang Sama

Literatur Lain dari UIN Sultan Syarif Kasim Riau

Bacaan Lanjutan

Literatur Terbaru yang Relevan