REPOSITORY PAIindonesia2014

METODE AHLI SUFI DALAM MENENTUKAN OTENTISITAS HADIS MENURUT MUHADDISIN

Muhammad Zulkifli · UIN Sultan Syarif Kasim Riau

Abstrak / Ringkasan

Skripsi ini berjudul “METODE AHLI SUFI DALAM MENENTUKAN
OTENTISITAS HADITS MENURUT ULAMA MUHADDIS”
Pada sekripsi ini, penulis mencoba mengangkat pemahaman ahli sufi dalam menentukan
keotentikan hadits, karena para ulama telah merumuskan beberapa kriteria bahwa suatu hadits
bisa dinyatakan berkualitas shahih, baik dari segi sanad maupun matannya, apabila ia
diriwayatkan dengan sanad yang bersambung (Ittishal al Sanad) kepada Nabi SAW, sanad itu
terdiri dari rawi-rawi yang ‘adil (memiliki integritas moral), dhabit (memiliki hafalan yang kuat),
sementara dalam sanad dan matan juga tidak teradapat Illat (cacat), dan syudzudz (berlawanan
dengan hadits yang lebih unggul kualitasnya). Jika suatu hadits telah memenuhi kriteria-kriteria
tersebut maka suatu hadits bisa dinyatakan berkualitas shahih dan bisa dijadikan sebagai hujjah
(sumber dalam agama Islam), baik dalam masalah yang berkaitan dengan akidah, hukum
(syari’at) maupun moral atau akhlak.
Dalam hal ini sebagian ahli sufi menyebutkan persyaratan lain dalam membuktikan
otentisitas hadits. Dimana muncul sebuah pemikiran bahwa dalam menentukan kualitas hadits
cukup dilihat dari materi hadits (matan hadits), bagi mereka yang terpenting adalah materi hadits
itu mengajak untuk berbuat baik, persoalan sanad-nya palsu dan sebagainya itu urusan lain.
Sebagian dari ahli sufi beranggapan bahwa otentisitas hadits tidak harus mengikuti persyaratan
yang telah dirumuskan oleh ulama ahli hadits, melainkan cukup dengan apa yang mereka sebut
dengan Kasyf dan klaim bertemu Nabi SAW dalam keadaan terjaga. Bahkan keshahihan sebuah
hadits dapat ditentukan oleh dzauq (perasaan) orang yang memiliki tingkat spiritual yang tinggi.
Sebagian ahli sufi ini merasa tidak terikat dengan persyaratan keshahihan hadits yang telah
disepakati oleh jumhur ulama, sehingga dalam prakteknya banyak hadits-hadits yang diklaim
shahih oleh sebagian orang-orang sufi, ternyata palsu menurut jumhur ulama hadits.
Keyakinan kaum sufi yang sepeti ini disebabkan kesalahan mereka dalam memahami
hadits,“Siapa yang melihat-Ku saat mimpi, maka ia akan melihat-Ku dalam keadaan sadar, dan
setan tidak bisa menyerupai diri-Ku.” Hadits shahih ini diriwayatkan oleh al-Bukhari dari Abu
Hurairah. Kaum sufi dalam memahami hadits ini secara tekstual, dan hadits tersebut mempunyai
arti yang lebih umum. Jadi untuk memahami hadits tersebut, perlu memperhatikan hadits-hadits
lain yang membicarakan tema yang sama. Dalam kitab Shahih Muslim beliau meriwayatkan
hadits melalui jalur Abu Hurairah. Hadits ini mempunyai arti yang lebih khusus. Dengan
demikian makna hadits “Siapa yang bermimpi, maka ia akan melihat-Ku secara nyata” Tidak
seperti yang dipahami kaum sufi selama ini yang benar-benar bertemu langsung dengan Nabi
SAW, tetapi merupakan hanya sebuah pengandaian. Kata kuci untuk memahami hadits tersebut
adalah lafazh “ ”??? ???yang berati sesuatu pengandaian. Kalau kedua riwayat tersebut
digabungkan, maka hadits itu berarti. “Siapa yang bermimpi melihat-Ku, maka seakan-akan ia
telah bertemu langsung dengan-Ku.
Para ulama menilai metode yang digunakan sebagian ahli sufi tidak masuk akal. Tidak
masuk akalnya metode ahli sufi terhadap otentisitas hadits melalui metode liqa’ al-Nabi dan
Thariq al-Kasyf maka dipandang lemah secara metodologi, Oleh karena itu, hadits-hadits yang
dishahihkan oleh kaum sufi melalui metode liqa’ al-Nabi dan Thariq al-Kasyf tidak bisa
dijadikan sebagai hujjah atau landasan hukum.

Sitasi

RIS BibTeX
Recommendation Engine

Referensi Serupa

REPOSITORY2015

STUDI PEMAHAMAN HADITSTENTANG WANITA YANG KELUAR RUMAH DALAM MASA `IDDAH (STUDI ILMU MUKHTALIF HADITS

Nadana Mardhotillah

99% mirip
REPOSITORY2012

STUDI ANALISIS TERHADAP FATWA DEWAN SYARI’AH NASIONAL MAJELIS ULAMA INDONESIA (DSN-MUI) NO. 77 TAHUN 2010 TENTANG JUAL BELI EMAS SECARA TIDAK TUNAI

Muntolib

99% mirip
REPOSITORY2020

Metode komunikasi dakwah Majelis Ulama Indonesia (MUI) dalam mengatasi paham radikal di Kabupaten Labuhan Batu

Syahputra, Muhammad Ferry

99% mirip
REPOSITORY2018

KOMPARASI MOTIVASI BELAJAR BAHASA ARAB SISWA ANTARA GURU YANG MENGGUNAKAN METODE SAM’IYAH SYAFAHIYAH DENGAN MEDIA GAMBAR DAN LCD PROYEKTOR DENGAN GURU YANG TIDAK MENGGUNAKAN MEDIA DI SEKOLAH MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI 3 PEKANBARU

VIVI KHAIRANI

99% mirip
REPOSITORY2022

HUKUM QA?A’ PUASA OLEH AHLI WARIS BAGI ORANG YANG TELAH MENINGGAL DUNIA PERSPEKTIF IMAM AS-SYAFI’I DAN IMAM MALIK

MUHAMMAD YASIN BIN WAHAB, -

99% mirip
REPOSITORY2022

QUESTION ANSWERING SYSTEM UNTUK HADITS SHAHIH BUKHARI DAN TERJEMAHAN MENGGUNAKAN METODE RULE BASED

Khairunnisa, -

99% mirip
REPOSITORY2020

Kesadaran hukum masyarakat muslim Kota Medan dalam mengkonsumsi makanan tidak berlabel halal

Milhan, Milhan

99% mirip
REPOSITORY2020

Kesadaran hukum masyarakat muslim Kota Medan dalam mengkonsumsi makanan tidak berlabel halal

Milhan, Milhan

99% mirip
REPOSITORY2017

Pandangan ulama terhadap penerapan Syari’at islam di kota banda aceh

Amri, Yaser

99% mirip
REPOSITORY2015

HUKUM MUSH?FAHAH DALAM PERSPEKTIF HADITS NABI

Raudatul Himmatil Mardiyati

99% mirip
REPOSITORY2014

HADIS TENTANG MENDAHULUKAN TANGAN ATAU LUTUT KETIKA SUJUD DALAM SHALAT (STUDY ILMU MUKHTALIF AL - HADITS)

Asifah

99% mirip
REPOSITORY2012

PENGGUNAAN METODE PROBLEM SOLVING (PEMECAHAN MASALAH) DALAM PEMBELAJARAN AL-QUR`AN HADITS DI MADRASAH ALIYAH NURUL WATHAN PASAR KEMBANG KECAMATAN KERITANG KABUPATEN INDRAGIRI HILIR

Rosmiati

99% mirip
Sumber yang Sama

Literatur Lain dari UIN Sultan Syarif Kasim Riau

Bacaan Lanjutan

Literatur Terbaru yang Relevan