MASTURBASI; HUKUM DAN PENGARUHNYA TERHADAP IBADAH PUASA MENURUT PERSPEKTIF IMAM AL-SYAFI`I DAN IBN HAZM
Azli · UIN Sultan Syarif Kasim Riau
Abstrak / Ringkasan
Tesis berjudul: MASTURBASI; HUKUM DAN PENGARUHNYA TERHADAP
IBADAH PUASA MENURUT PERSPEKTIF IMAM AL-SYAFI`I DAN IBN HAZM, ditulis
dengan latar belakang bahwa sistem norma dan nilai sangat berpengaruh terhadap pola
pola berpikir generasi muda, sehingga kadangkala di kalangan remaja khususnya, dalam
pergaulan mereka lebih banyak mencontoh budaya Barat. Dengan demikian akan
berpengaruh pula baik dalam pola pikir maupun dalam tingkah laku. Daya berpikir
merekapun terkontaminasi oleh tayangan-tayangan hiburan dari berbagai media yang
ternyata lebih banyak bernuansa pornografi.
Akibat maraknya tayangan pornografi, banyak remaja yang tak kuasa menahan
nafsunya. Sebagian di antara mereka memilih istimna` (masturbasi). Mereka menganggap
bahwa masturbasi itu lebih baik daripada zina. Tak heran jika perilaku ini kian menggejala
di kalangan remaja. Perbuatan masturbasi tersebut di anggap sebagai salah satu cara
bagi mereka untuk mengatasi/menghindari dari perbuatan zina secara langsung
(berhubungan badan). Sehingga perbuatan seksual melalui masturbasi ini sering dilakukan
secara rutin oleh kebanyakan pemuda.
Dalam kaca mata agama, sebagian besar para ulama mengharamkan perbuatan
masturbasi ini, seperti Im?m asy-Sy?fi’i. Perbuatan ini dinilai banyak mendatangkan
mudarat dan sangat bertentangan dengan norma Islam yang memerintahkan agar umat
Islam menjaga kehormatannya (kemaluannya) dan meninggalkan hal-hal yang tidak ada
manfaatnya. Tetapi Ibn Hazm justru membolehkan istimna` (masturbasi) tersebut.
Kemudian dalam penelitian ini penulis membahas dua rumusan masalah:
1. Bagaimanakah hukum istimna` (masturbasi) dalam pandangan Im?m al-Sy?fi’i dan
Ibn Hazm?
2. Bagaimana pengaruh istimna` (masturbasi) terhadap ibadah puasa menurut Imam
al-Syafi`I dan Ibn Hazm?
Untuk menjawab rumusan permasalahan tersebut, penelitian yang dilakukan
penulis bersifat library research dengan menela`ah referensi-referensi yang berhubungan
dengan obyek kajian penelitian ini. Data-data yang terkumpul dianalisis dengan
menggunakan deskriptif-analitis-komparatif, yakni mendeskripsikan atau menguraikan
data-data yang berkaitan dengan masturbasi dalam pandangan Im?m al-Sy?fi’i dan Ibn
Hazm kemudian dianalisa guna mendapatkan kesimpulan. Sehingga dapat diketahui
perbedaan dalil yang digunakan beserta alasannya mengenai hukum masturbasi dan
pengaruhnya terhadap ibadah puasa menurut imam al-Syafi`I dan Ibn Hazm.
Hasil akhir dari penelitian ini dapat diambil kesimpulan bahwa berdasarkan QS. al
Mukminun (23) ayat 5-7, menurut Im?m al-Sy?fi’i bahwa masturbasi hukumnya haram
karena orang yang melakukannya (mustamni) melanggar etika seorang mukmin yang
seharusnya menjaga kemaluannya (farj). Bahkan jika dilakukan dalam keadaan puasa,
menurut imam al-Syafi`i puasa orang tersebut menjadi batal. Karena hal tersebut
bertentangan dengan tujuan puasa untuk mengekang hawa nafsu.
Di sisi lain justru Ibn Hazm membolehkan perbuatan masturbasi dengan alasan
tidak ada dalil secara jelas mengharamkan perbuatan masturbasi, baik melalui al-Qur`an
maupun hadits. Demikian juga dalam pelaksanaan ibadah puasa, orang yang melakukan
masturbasi tidaklah menjadi batal puasanya.
Referensi Serupa
Melaksanakan Ibadah Puasa Ramadhan bagi orang yang junub Menurut Pandangan Imam Syafi’I (Studi Kasus Masyarakat Kelurahan Mabar Hilir Kecamatan Medan Deli).
Ningrat, Hardi Adi
Melaksanakan Ibadah Puasa Ramadhan bagi orang yang junub Menurut Pandangan Imam Syafi’I (Studi Kasus Masyarakat Kelurahan Mabar Hilir Kecamatan Medan Deli).
Ningrat, Hardi Adi
TABATTUL MENURUT IBN HAZM (W.456 H) DALAM PERSPEKTIF HUKUM KELUARGA ISLAM (AL-AHWAL AL-SYAKHSIYAH)
MARA ONGKU HSB, -
QADHA’ PUASA TATHAWWU’ (SUNNAH) STUDI KOMPARATIF MENURUT IMAM ABU HANIFAH DAN IMAM AL-SYAFI’I
NUR ATIQAH BINTI ABDUL NASIR
Niat dalam rujuk dengan Perbuatan Menurut Imam Malik
Fytra Maulana Akmal, -
HUKUM MEMFASAKH NIKAH KARENA CACAT MENURUT IBNU HAZM DALAM KITAB AL-MUHALLA
Anita
KEDUDUKAN SAKSI DALAM TALAK DAN RUJUK MENURUT IMAM AL-SYAFI’I
Aminudin
HUKUM WALI FASIQ DALAM PERNIKAHAN (Studi Komperatif Menurut Imam Hanafi Dan Imam Asy-Syafi’e)
FATISA MANHEM
Hukum Melaksanakan Gadai Ketika Mukim (Studi Komaparatif menurut Imam Syafi'i dan Imam Ibn Hazm Az-Zahiri)
Sukiati, Sukiati
Hukum Melaksanakan Gadai Ketika Mukim (Studi Komaparatif menurut Imam Syafi'i dan Imam Ibn Hazm Az-Zahiri)
Sukiati, Sukiati
HUKUM ZAKAT FITRAH BAGI JANIN (Studi Komparatif Imam Malik dan Imam Ibnu Hazm)
MILA ARMY
KEDUDUKAN SAKSI PEREMPUAN DALAM PERBUATAN ZINA ( Analisa Komperatif Pemikiran Imam Syâfi’î dan Ibnu Hazm )
Yuli Susanti
Literatur Lain dari UIN Sultan Syarif Kasim Riau
TABATTUL MENURUT IBN HAZM (W.456 H) DALAM PERSPEKTIF HUKUM KELUARGA ISLAM (AL-AHWAL AL-SYAKHSIYAH)
MARA ONGKU HSB, - · 2020
QADHA’ PUASA TATHAWWU’ (SUNNAH) STUDI KOMPARATIF MENURUT IMAM ABU HANIFAH DAN IMAM AL-SYAFI’I
NUR ATIQAH BINTI ABDUL NASIR · 2018
Niat dalam rujuk dengan Perbuatan Menurut Imam Malik
Fytra Maulana Akmal, - · 2021
HUKUM MEMFASAKH NIKAH KARENA CACAT MENURUT IBNU HAZM DALAM KITAB AL-MUHALLA
Anita · 2011
KEDUDUKAN SAKSI DALAM TALAK DAN RUJUK MENURUT IMAM AL-SYAFI’I
Aminudin · 2011
HUKUM WALI FASIQ DALAM PERNIKAHAN (Studi Komperatif Menurut Imam Hanafi Dan Imam Asy-Syafi’e)
FATISA MANHEM · 2018
HUKUM ZAKAT FITRAH BAGI JANIN (Studi Komparatif Imam Malik dan Imam Ibnu Hazm)
MILA ARMY · 2018
KEDUDUKAN SAKSI PEREMPUAN DALAM PERBUATAN ZINA ( Analisa Komperatif Pemikiran Imam Syâfi’î dan Ibnu Hazm )
Yuli Susanti · 2011
Literatur Terbaru yang Relevan
Melaksanakan Ibadah Puasa Ramadhan bagi orang yang junub Menurut Pandangan Imam Syafi’I (Studi Kasus Masyarakat Kelurahan Mabar Hilir Kecamatan Medan Deli).
Ningrat, Hardi Adi · 2019
Melaksanakan Ibadah Puasa Ramadhan bagi orang yang junub Menurut Pandangan Imam Syafi’I (Studi Kasus Masyarakat Kelurahan Mabar Hilir Kecamatan Medan Deli).
Ningrat, Hardi Adi · 2019
TABATTUL MENURUT IBN HAZM (W.456 H) DALAM PERSPEKTIF HUKUM KELUARGA ISLAM (AL-AHWAL AL-SYAKHSIYAH)
MARA ONGKU HSB, - · 2020
QADHA’ PUASA TATHAWWU’ (SUNNAH) STUDI KOMPARATIF MENURUT IMAM ABU HANIFAH DAN IMAM AL-SYAFI’I
NUR ATIQAH BINTI ABDUL NASIR · 2018
Niat dalam rujuk dengan Perbuatan Menurut Imam Malik
Fytra Maulana Akmal, - · 2021
HUKUM MEMFASAKH NIKAH KARENA CACAT MENURUT IBNU HAZM DALAM KITAB AL-MUHALLA
Anita · 2011
KEDUDUKAN SAKSI DALAM TALAK DAN RUJUK MENURUT IMAM AL-SYAFI’I
Aminudin · 2011
HUKUM WALI FASIQ DALAM PERNIKAHAN (Studi Komperatif Menurut Imam Hanafi Dan Imam Asy-Syafi’e)
FATISA MANHEM · 2018