REPOSITORY PAIindonesia2011

ZAKAT HARTA BAGI ORANG YANG BERADA DI BAWAH PERWALIAN

Arfi · UIN Sultan Syarif Kasim Riau

Abstrak / Ringkasan

Penelitian ini berjudul “Zakat Harta bagi orang yang berada di bawah perwalian
Menurut Imam Abu Hanifah” Latar belakang lahirnya keinginan untuk meneliti judul ini adalah
dikeranakan adanya simpang siur pemahaman masyarakat tentang zakat harta orang-orang
yang berada dalam perwalian, apakah ada kewajiaban atau tidak. Sebab potensi harta
kekayaan orang yang berada dalam perwalian memiliki potensi yang sama dengan orang yang
dewasa dalam membantu fakir miskin untuk meningkatkan tarap hidup yang lebih layak.
Setelah penulis teliti dari pandangan para ulama fikih dalah permasalahan ini, ada perbedaan
pandangan seperti, Imam Abu Hanifah berbeda pendapat dengan jumhur ulama dan madzhab
yang tiga (Maliki, Syafi’i, dan Hambali) tentang Zakat Harta bagi orang yang di bawah
perwalian (zakat harta anak kecil dan orang gila). Menurut Imam abu Hanifah bahwa zakat
tidak dibebankan kepada harta anak kecil dan orang gila karena keduanya tidak mukallaf
sementara zakat adalah ibadah mahdhah yang membutuhkan niat, sementara anak kecil dan
orang gila belum memilki niat tersebut. Sementara Imam Maliki, Syafi’i, dan Hanbali
mewajibkannya karna zakat tidak hanya berkaitan dengan ibadah tapi merupakan hak harta
bagi fakir miskin yang wajib dikeluarkan dari kekayaan harta para muzakki. Di samping
keumuman ayat dan hadits tentang kewajiban zakat menjadi dalil yang digunakan oleh
mereka.
Oleh karna itu penulis ingin melihat sejauh mana argumentasi dan dalil-dali yang
digunakan oleh Imam Abu Hanifah dalam menguatkan pendapatnya dalam masalah tersebut.
Pada hal zakat merupakan ibadah mâliyah ijtima’iyyah yang memiliki posisi sangat penting,
strategis, dan menentukan, baik dilihat dari sisi ajaran Islam maupun dari sisi pembangunan
kesejahteraan umat. Sementara anak kecil dan orang memiliki potensi kekayaan yang besar di
tengah-tengah masyarakat yang dapat membantu para fakir miskin yang jumlahnya tidak
sedikit yang membutuhkan uluran tangan dari pemilik harta kekayaan.
Dalam penyusunan karya ilmiah ini, jenis penelitian yang digunakan adalah
penelitian content analysis, yaitu suatu teknik yang sistematis untuk menganalisis pesan, yang
penganalisaannya tidak hanya terpusat pada pesan itu semata, tetapi mencakup masalah
yang lebih luas dari proses-proses dan efek dari komunikasi. Sedangkan metode
pengumpulan data penulis lakukan dengan studi kepustakaan (library research) yaitu suatu
penelitian yang bertujuan untuk mengumpulkan data dan informasi dengan menelaah dan
membaca sumber-sumber yang mempunyai relevansi dengan judul tesis ini
Untuk pengolahan data yang sudah diperoleh yang dijadikan sebagai data primer
adalah sumber dari kitab al-Mabsuth karangan Imam al-syaibani, dan kitab-kitab yang
bermazhab Hanafi. Adapun data sekundernya yaitu setiap data yang berhubungan dengan
permasalahan yang sedang dikaji. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendapat imam Abu Hanifah kurang relefan
untuk diterapkan, karena tidak sesuai dengan tujuan utama disyari’atkannya kewajiban zakat.
Imam Abu Hanifah hanya melihat kewajiban zakat dari segi ibadah mahdhahnya saja
sementara zakat juga merupakan ibadah sosial untuk kemaslahatan umat. Berdasarkan
penelitian penulis dari dalil-dalil yang ada dan juga pendapat jumhur fuqaha, maka anak kecil
dan orang gila tetap dikenakan kewajiban zakat karena sesuai dengan tujuan disyari’atkannya
zakat tersebut, yaitu untuk kemaslahatan kaum du’afa’ dalam meningkatkan kesejahtraan
hidup mereka. Dikarenakan anak kecil dan orang gila tidak memiliki kemampuan untuk
mengurusi hartanya, maka wali yang diamanahkan yang bertanggung jawab dalam menjaga,
mengembangkan, serta mengeluarkan untuk kebutuhan yang bersangkutan dan
melaksanakan kewajiban zakat.

Sitasi

RIS BibTeX
Recommendation Engine

Referensi Serupa

REPOSITORY2014

ANALISIS PENDAPAT IMAM SYAFI’I TENTANG KEWAJIBAN ZAKAT HARTA BAGI ANAK KECIL DAN ORANG GILA

Waldi Saputra

99% mirip
REPOSITORY2015

ZAKAT HARTABAGI ANAK-ANAK DAN ORANG GILA (studiKomperatifMenurut Imam Abu Hanifah dan Imam Syafi’i)

Ibrahim Daulay

99% mirip
REPOSITORY2018

ZAKAT PERHIASAN PADA WANITA STUDI KOMPARATIF ANTARA IMAM ABU HANIFAH DAN IMAM ASY-SYAFI’I

TAUFIK

99% mirip
REPOSITORY2018

PEMBAGIAN HARTAWARISAN TERHADAP SEORANG KHUNSA MENURUT IMAM SYAFI’I DAN HANAFI

ISMAIL BIN ABD RAHMAN

99% mirip
REPOSITORY2018

HUKUM ZAKAT FITRAH BAGI JANIN (Studi Komparatif Imam Malik dan Imam Ibnu Hazm)

MILA ARMY

99% mirip
REPOSITORY2019

MUALLAF SEBAGAI MUSTAHIK ZAKAT (KOMPARATIF ANTARA IMAM AN-NAWAWI DAN IMAM IBNU QUDAMAH)

Ednanda, -

99% mirip
REPOSITORY2019

Hukum Menggadaikan Harta Anak Yatim Sebagai Jaminan Utang Oleh Pihak Wali (Rahin) Menurut Imam Syafi'i (Studi Kasus Di Desa Jabi-Jabi Kecamatan Sulaten Daulat Kota Subulussalam Aceh)

Suherman, Suherman

99% mirip
REPOSITORY2019

Hukum Menggadaikan Harta Anak Yatim Sebagai Jaminan Utang Oleh Pihak Wali (Rahin) Menurut Imam Syafi'i (Studi Kasus Di Desa Jabi-Jabi Kecamatan Sulaten Daulat Kota Subulussalam Aceh)

Suherman, Suherman

99% mirip
REPOSITORY2018

KEWARISAN ORANG MURTAD ( STUDI KOMPARATIF PENDAPAT IMAM ABU HANIFAH DAN IMAM AL-SYAFI’IY )

SHOLEHA

99% mirip
REPOSITORY2016

ANALISIS PENDAPAT IMAM MALIK TENTANG KEBOLEHAN WASIAT ANAK KECIL YANG BELUM BALIGH

Andi

99% mirip
REPOSITORY2021

HUKUM ZAKAT TANAH SEWA KEBUN (STUDI KOMPARATIF IMAM ABU HANIFAH DAN IMAM AS-SYAFI’I)

M. Haikel Afandi, -

99% mirip
REPOSITORY2019

Kewajiban Membayar Zakat Hasil Tanah Sewa (Studi Komparatif Imam Abu Hanifah dan Imam Ahmad Bin Hanbal)

MUHAMMAD IKHSAN RANUA, -

99% mirip
Sumber yang Sama

Literatur Lain dari UIN Sultan Syarif Kasim Riau

Bacaan Lanjutan

Literatur Terbaru yang Relevan