REPOSITORY PAIindonesia2018

IHSHAR (TERKEPUNG) SEBAGAI PENGHALANG PENYEMPURNAAN HAJI MENURUT IMAM HANAFI DAN IMAM SYAFI’I

NOVITA SARI · UIN Sultan Syarif Kasim Riau

Abstrak / Ringkasan

Penulisan skripsi ini dilatarbelakangi oleh adanya perbedaan pendapat antara
Imam Abu Hanifah dengan Imam Syafi’i tentang Ihshar sebagai penghalang
penyempurnaan haji. Imam Abu Hanifah memandang bahwa Ihshar ini diartikan
secara umum bisa musuh, sakit atau hal lain yang menghambat penyempurnaan haji.
sedangkan Imam Syafi’i memandang Ihshar ini diartikan dengan musuh saja yang
mana jika sakit itu bukan Ihshar dan tidak menyembelih hadyu sebagai damnnya
sedangkan Imam Abu Hanifah menyamakan semuanya harus menyembelih hadyu
sebagai damnya. Mencermati kedua pendapat ini, penulis tertarik untuk melakukan
penelitian dengan rumusan masalah: Bagaimana pendapat Imam Hanafi tentang Ihshar
dan apa saja dalil yang dipegang Imam Hanafi tentang Ihshar dan Bagaimana
pendapat Imam Syafi’i tentang Ihshar dan apa saja dalil yang dipegang Imam Syafi’i
tentang Ihshar serta Bagaimana analisa perbedaaan pendapat Imam Hanafi dan Imam
Syafi’i tentang Ihshar
Tujuan penelitian ini adalah Untuk mengetahui pendapat Imam Hanafi dan apa
saja dalil yang dipegang Imam Hanafi tentang Ihshar dan Imam Untuk mengetahui
pendapat Imam Syafi’i dan dalil yang dipegang ImamSyafi’i tentang Ihshar serta
Untuk mengetahui analisa komperatif pendapat Imam Hanafi dan Imam Syafi’i
tentang Ihshar sebagai penghalang penyempurnaan haji.
Jenis penelitian ini adalah penelitian pustaka ( library research), yaitu dengan
menelaah literature yang berhubungan dengan pembahasan ini. sumber data terdiri
dari sumber data primer yaitu kitab-kitab fiqh Imam Syafi’i dan Imam Abu Hanifah,
serta data sekunder yaitu kitab-kitab fiqh yang berkaitan dengan penelitian. Kitabkitab
tersebut
dikumpulkan
dan
kemudian
dibahas
dan
dianalisa
dengan
menggunakan

metode
deduktif
dan
komparatif.



Adapun hasil penelitian yang penulis lakukan bahwa Ihshar (terkepung)
sebagai penghalang penyempurnaan haji menurut Imam Hanafi Ihshar secara „amm
adalah musuh, sakit, dan sebagainya yang menghalangi seseorang untuk
menyempurnakan haji. Imam Abu Hanifah mengatakan bahwa lafadz „amm

i
menunjukkan berlakunya hukum dalam afrad-nya secara meyakinkan (qath?i).
Sebagaimana kaidaha yang mengatakan “lafadz „amm yang disertai qarinah yang
menolak kemungkinan untuk di-takhsis”. Pendapat ini didasari dengan firman Allah
Qur’an surat Al-Baqarah ayat 196 dan hadits Nabi SAW yaitu dari Ikrimah dari Hajjaj
bin Amr Al-Anshari. Sedangkan Imam Syafi’i mengartikan Ihshar secara khas hanya
musuh saja. Karena Imam Syaf’i’I memandang „aam itu secara zhanni, sebagaimana
kaidah dari kalangan ulama Syafi’iyah mengatakan “lafal „aam tidak dapat diamalkan,
kecuali setelah dikhususkan sebagian dari satuan-satuannya” dan Imam Syafi’i
berdalil dengan Qur’an surat Al-Baqarah ayat 196 dan perkataan shahabat Ibnu Abbas
dan Ibnu Umar.

Sitasi

RIS BibTeX
Recommendation Engine

Referensi Serupa

REPOSITORY2020

Pelaksanaan haji wanita tanpa suami atau mahram (Analisis Terhadap Pendapat Imam Abu Hanifah dan Pelaksanaannya di Indonesia)

Pulungan, Enny Nazrah

99% mirip
REPOSITORY2020

Pelaksanaan haji wanita tanpa suami atau mahram (Analisis Terhadap Pendapat Imam Abu Hanifah dan Pelaksanaannya di Indonesia)

Pulungan, Enny Nazrah

99% mirip
REPOSITORY2022

HUKUM WANITA MENUNAIKAN HAJI TANPA MAHRAM (STUDI KOMPARATIF ANTARA IMAM ABU HANIFAH DAN IMAM ASY-SYAFI?I)

SHAFINA BINTI AMBA, -

99% mirip
REPOSITORY2018

Ukuran Nafkah Yang Wajib Diberikan Suami Terhadap Istri Menurut Imam Mazhab: Studi Perbandingan Pendapat Imam Hanafi Dan Syafi’i

Muslim

99% mirip
REPOSITORY2018

KEWARISAN ORANG MURTAD ( STUDI KOMPARATIF PENDAPAT IMAM ABU HANIFAH DAN IMAM AL-SYAFI’IY )

SHOLEHA

99% mirip
REPOSITORY2015

ANALISIS PENDAPAT IMAM ABU HANIFAH TENTANG THALAK PAKSAAN

Nur Yasin

99% mirip
REPOSITORY2015

ANALISIS PENDAPAT IMAM ABU HANIFAH TENTANG HUKUM MEMBACASURAT AL-FATIHAH DALAM SHALAT

FENNI FEBIANA

99% mirip
REPOSITORY2015

ANALISIS PENDAPAT IMAM ABU HANIFAH TENTANG SAHNYA WANITA HAID THAWAF TANPA SUCI

Syahrul

99% mirip
REPOSITORY2014

ANALISA PENDAPAT IMAM ABU HANIFAH TENTANG DIBOLEHKANNYA NIKAH KEMBALI BAGI SUAMI ISTERI YANG BERMULA’ANAH KARENA SUAMI DUSTA

Suci Handayani

99% mirip
REPOSITORY2018

STUDI ANALISIS PENDAPAT IMAM ASY-SYAFI’I TENTANG PERTANGGUNGJAWABAN TINDAK PIDANAPEMBUNUHAN YANG DILAKUKAN OLEH ORANG ISLAM TERHADAP NON MUSLIM MENURUT FIQIH JINAYAH

IKA RAHMA DANI

99% mirip
REPOSITORY2018

ANALISIS PENDAPAT IMAM SYAFI’I TENTANG HAK RUJU’ SUAMI DALAM PERCERAIAN KARENA KHULU’

SURYA ARIPIN

99% mirip
REPOSITORY2017

Analisis Pendapat Imam Abu Hanifah Tentang Ihdad Karena Thalaq Ba’in

Jon Asri

99% mirip
Sumber yang Sama

Literatur Lain dari UIN Sultan Syarif Kasim Riau

Bacaan Lanjutan

Literatur Terbaru yang Relevan