REPOSITORY PAIindonesia2015

STUDI TERHADAP PENDAPAT IBN TAIMIYYAH TENTANG MASA IDDAH WANITA YANG TELAH DITHALAK TIGA

Armansyah · UIN Sultan Syarif Kasim Riau

Abstrak / Ringkasan

Skripsi yang berjudul “ STUDI TERHADAP PENDAPAT IBN TAIMIYYAH TENTANG MASA IDDAH WANITA YANG TELAH DITALAK TIGA” ini berdasarkan latar belakang adanya pendapat ulama yang berbeda tentang masa iddah wanita yang dithalak tiga. Iddah merupakan masa tunggu yang harus dijalani oleh seorang wanita yang diceraikan atau ditinggal mati suaminya. Berdasarkan ketentuan al-Qur’an, masa iddah tersebut berbeda-beda sesuai dengan keadaan atau kondisi wanita yang diceraikan tersebut. Jumhur ulama berpendapat bahwa wanita yang dithalak itu baik thalak satu, thalak dua, maupun thalak tiga, bagi perempuan yang masih memiliki haid, bahwa iddahnya adalah tiga kali quru’.
Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pendapat Ibn Taimiyyah tentang masa iddah wanita yang dithalak tiga, dan metode istinbath hukum yang digunakan Ibn Taimiyyah.
Penelitian ini berbentuk penelitian kepustakaan (library research) dengan menggunakan kitab Fatawa al-Kubra dan Majmu’ al-Fatawa sebagai bahan rujukan primernya. Adapun metode analisa data yang digunakan adalah metode deskriptif, dan content analisis.
Hasil yang ditemukan dalam penelitian ini adalah, Ibn Taimiyyah berpendapat bahwa wanita yang dithalak tiga (thalak akhir) iddahnya adalah satu kali haid. Alasan yang dikemukakan Ibn Taimiyyah cukup rasional, bahwa iddah yang panjang itu bertujuan memberikan kesempatan kepada suami untuk rujuk, sementara wanita yang telah dithalak tiga (thalak akhir) tidak bisa lagi rujuk dengan dengan suaminya, maka tidaklah mesti menunggu tiga kali quru’, tetapi cukup dengan satu kali haid. Sedangkan metode istinbath yang digunakan Ibn Taimiyyah adalah Al-Qur’an surat al-Baqarah (2) ayat 230 dan Hadits Fatimah binti Qais yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dan Abu Daud.
Dalam permasalahan masa iddah wanita yang dithalak tiga ini, penulis lebih cendrung berpegang kepada pendapat jumhur ulama yang berpendapat bahwa iddah wanita yang dithalak tiga itu adalah tiga kali quru’, yang didasarkan kepada ayat surat al-Baqarah (2): 228 diatas. Ayat tersebut menjelaskan setiap perempuan yang dithalak, baik thalak satu, thalak dua, maupun thalak tiga, wajib beriddah tiga kali quru’. Selanjutnya tidaklah lazim menjadikan hikmah dari panjangnya iddah wanita yang dithalak itu, yaitu supaya bisa rujuk kembali dengan suaminya, tetapi ada sisi lain yang lebih penting yaitu untuk ta’abbudi. Dengan perbandingan bahwa sesungguhnya perempuan yang wafat suaminya tetap beriddah selama empat bulan sepuluh hari yang sudah jelas-jelas dia tidak bisa rujuk dengan suaminya lagi.

Sitasi

RIS BibTeX
Recommendation Engine

Referensi Serupa

REPOSITORY2021

STUDI TERHADAP PENDAPAT IBN TAIMIYYAH TENTANG MASA IDDAH WANITA YANG TELAH DI TALAK TIGA

ADE SAFIKRI, -

99% mirip
REPOSITORY2015

ANALISIS TERHADAP PENDAPAT IMAM SYAFI’I TENTANG MASALAH HAK WANITA YANG SEDANG DALAM MASA IDDAH THALAK BA’IN

Asbiyanti

99% mirip
REPOSITORY2021

IDDAH BAGI WANITA YANG PUTUS PERKAWINAN KARENA KHULUK MENURUT PENDAPAT IBNU TAIMIYYAH DALAM KITAB MAJMU AL-FATAWA

Gustiani Siregar, -

99% mirip
REPOSITORY2020

Iddah wanita yang mengalami abortus perspektif kitab mughni Al-Muhtaj dan Mukhtash Khalil

Wulandari, Wika

99% mirip
REPOSITORY2015

STUDI PEMAHAMAN HADITSTENTANG WANITA YANG KELUAR RUMAH DALAM MASA `IDDAH (STUDI ILMU MUKHTALIF HADITS

Nadana Mardhotillah

99% mirip
REPOSITORY2015

ANALISIS PENDAPAT IBNU TAIMIYYAH TENTANG IDDAH KHULUK

Yusnita

99% mirip
REPOSITORY2014

ANALISIS PENDAPAT IMAM MALIK TENTANG IDDAH BAGI WANITA YANG ISTIHADHAH

Yayan Hariyandi

99% mirip
REPOSITORY2019

Keluar Rumah Bagi Wanita Karir Pada Masa Iddah Wafat Menurut Imam Asy Syafi'i Dan Imam Syamsuddin As Sarkhasi (Studi Kasus Di Kecamatan Tanjung Balai Kabupaten Asahan )

Maulidya, Miftahul

99% mirip
REPOSITORY2019

Keluar Rumah Bagi Wanita Karir Pada Masa Iddah Wafat Menurut Imam Asy Syafi'i Dan Imam Syamsuddin As Sarkhasi (Studi Kasus Di Kecamatan Tanjung Balai Kabupaten Asahan )

Maulidya, Miftahul

99% mirip
REPOSITORY2018

ANALISIS KOMPILASI HUKUM ISLAM PASAL 153 AYAT (5) TENTANG IDDAH BAGI PEREMPUAN YANG BERHENTI HAID KARENA MENYUSUI KETIKA MENJALANI MASA IDDAH

JUNAIDI

99% mirip
REPOSITORY2018

PERSEPSI MASYARAKAT TENTANG HAK KEWARISAN ISTRI YANG DITHALAQ RAJ’I YANG MASIH PADA MASA ‘IDDAH MENURUT HUKUM ISLAM (Studi Kasus di Desa Pasar Sipiongot Kec. Dolok Kab. Padang Lawas Utara)

ASHADI DONGORAN

99% mirip
REPOSITORY2015

IDDAH WANITA HAMIL AKIBAT ZINA (PERSPEKTIF IMAM SYAFI’I DAN AHMAD BIN HANBAL)

Desi Ratna Sari

99% mirip
Sumber yang Sama

Literatur Lain dari UIN Sultan Syarif Kasim Riau

Bacaan Lanjutan

Literatur Terbaru yang Relevan