REPOSITORY PAIindonesia2019

Menggunakan Obat Penunda Haid Bagi Yang Melaksanakan Ibadah Haji Menurut Pendapat Imam Yusuf Al-Qardawi Dan Syekh Ibn Utsaimin (Studi Kasus Kecamatan Tanjungbalai Kabupaten Asahan)

Agustina, Devi · Repository UIN Sumatera Utara

Abstrak / Ringkasan

Haji merupakan rukun islam yang kelima yang dilaksanakan oleh orang muslim sekali dalam seumur hidup, dalam pelaksanaannya harus memenuhi rukun dan syarat yang sudah ditetapkan. Namun pada wanita subur apabila didapati haid maka halitu akan menjadi penghalang baginya untukmenyempurnakan ibadah haji terkhusus dalam pelaksanaan thawaf. Dewasa ini muncul obat yang dapat mengatur siklus haid, dapat memajukan dan dapat memundurkan haid. Hal ini sangat membantu bagi para jamaah haji. Dalam skripsi ini yang berjudul “Menggunakan Obat Penunda Haid Bagi Yang Melaksanakan Ibadah Haji Menurut Pendapat Imam Yusuf al-Qardhawi dan Syekh Ibn Utsaimin (Studi Kasus Kecamatan Tanjungbalai Kabupaten Asahan)” merupakan suatu kajian yang bertujuan untuk mengetahui bagaimana pandangan Imam Yusuf al-Qardawi dan Syekh Ibn Utsaimin tenteng hukum penggunaan obat penunda haid bagi yang melaksanakan ibadah haji khususnya pada masyarakat di Kecamatan Tanjungbalai. Penulis menggunakan metode penelitian lapangan dan pustaka, sumber data yang diambil dalam penelitian ini adalah sumber data primer dan sumber data sekunder. Adapun yang menjadi data primer adalah kitab yang ditulis oleh Imam Yusuf al-Qardhawi dan Syekh Ibn al-Utsaimin, sedangkan data sekunder yang diambil dari berbagai literatur yang ada relevansinya dengan penelitian ini. Mengenai penggunaan obat penunda haid masing-masing berbeda pendapat, menurut Yusuf al-Qardhawi boleh mengkonsumsinya karena obat ini sangat membantu bagi wanita subur dalam pelaksanaan ibadah haji karena apabila tidak dikonsumsi maka dikhawatirkan keluar darah haidnya hal ini didasarkan dengan dalil pendukung. Syekh Ibn al-Utsaimin tidak membolehkan karena lebih mengutamakan keselamatan bagi para penggunanya apabila dikonsumsi dikhawatirkan akan berdampak buruk pada kesehatannya didasarkan dengan dalil pendukung. Dari pendapat kedua ulama kontemporer yang dijelaskan diatas maka penulis menggunakan pendapat yang lebih relevan yaitu Imam yusuf al-Qardhawi yang membolehkan penggunaan obat penunda haid untuk kemaslahatan umat khususnya di Kecamatan Tanjungbalai.

Sitasi

RIS BibTeX
Recommendation Engine

Referensi Serupa

REPOSITORY2019

Menggunakan Obat Penunda Haid Bagi Yang Melaksanakan Ibadah Haji Menurut Pendapat Imam Yusuf Al-Qardawi Dan Syekh Ibn Utsaimin (Studi Kasus Kecamatan Tanjungbalai Kabupaten Asahan)

Agustina, Devi

99% mirip
REPOSITORY2015

BERDIAM DI DALAM MASJID BAGI WANITA HAIDH ( Studi Terhadap Pendapat Yusuf Al-Qaradhawi)

Riski Alwis

99% mirip
REPOSITORY2020

Pelaksanaan haji wanita tanpa suami atau mahram (Analisis Terhadap Pendapat Imam Abu Hanifah dan Pelaksanaannya di Indonesia)

Pulungan, Enny Nazrah

99% mirip
REPOSITORY2020

Pelaksanaan haji wanita tanpa suami atau mahram (Analisis Terhadap Pendapat Imam Abu Hanifah dan Pelaksanaannya di Indonesia)

Pulungan, Enny Nazrah

99% mirip
REPOSITORY2019

Melaksanakan Ibadah Puasa Ramadhan bagi orang yang junub Menurut Pandangan Imam Syafi’I (Studi Kasus Masyarakat Kelurahan Mabar Hilir Kecamatan Medan Deli).

Ningrat, Hardi Adi

99% mirip
REPOSITORY2019

Melaksanakan Ibadah Puasa Ramadhan bagi orang yang junub Menurut Pandangan Imam Syafi’I (Studi Kasus Masyarakat Kelurahan Mabar Hilir Kecamatan Medan Deli).

Ningrat, Hardi Adi

99% mirip
REPOSITORY2018

Wanita Haidh Berdiam di Dalam Masjid (Studi Komparatif Pandangan Imam al-Nawawi dan Yusuf al-Qaradhawi)

RiskiAlwi

99% mirip
REPOSITORY2016

BATAS-BATAS I’TIZAL(MENJAUHI) ISTRI YANG HAID (Studi Komperatif Pendapat Imam Asy-Syafi’I dan Imam Malik)

Norsyaidatina Binti Sabaderi

99% mirip
REPOSITORY2015

ANALISIS PENDAPAT IMAM ABU HANIFAH TENTANG SAHNYA WANITA HAID THAWAF TANPA SUCI

Syahrul

99% mirip
REPOSITORY2014

ANALISIS PENDAPAT IMAM MALIK TENTANG IDDAH BAGI WANITA YANG ISTIHADHAH

Yayan Hariyandi

99% mirip
REPOSITORY2019

HUKUM SHALAT JAMAK BAGI ORANG YANG SAKIT (STUDI KOMPERATIF PENDAPAT IMAM SYAFI’I DAN IMAM AHMAD BIN HANBAL)

ARIF AR-RASYIDIN BIN SHAFEI, 11423106243

99% mirip
REPOSITORY2014

ANALISA PENDAPAT IMAM ABU HANIFAH TENTANG DIBOLEHKANNYA NIKAH KEMBALI BAGI SUAMI ISTERI YANG BERMULA’ANAH KARENA SUAMI DUSTA

Suci Handayani

99% mirip
Sumber yang Sama

Literatur Lain dari Repository UIN Sumatera Utara

Bacaan Lanjutan

Literatur Terbaru yang Relevan