MAKNA SAHUN MENURUT MUFASSIRIN
Muhammad Arif · UIN Sultan Syarif Kasim Riau
Abstrak / Ringkasan
Penelitian ini berjudul “MAKNA SAHUN MENURUT MUFASSIRIN”.
Dalam penelitian ini mengangkat permasalahan tentang Adapun rumusan
masalahnya adalah Apa Makna Sahun Menurut Para Mufassirin. Oleh karena itu,
tujuan dalam penelitian ini adalah Untuk Mengetahui Makna Sahun Menurut Para
Mufassirrin.
Penelitian ini adalah penelitian pustaka (library reseach) tentang makna
sahun menurut para Mufassirin. Adapun yang melatarbelakangi penulis
mengangkat makna sahun menurut mufassir, karena sekilas penulis melihat
terdapat perbedaan di kalangan mufassir klasik dan moderen dalam menafsirkan
kata sahun tersebut. Selanjutnya, penulis ingin mengetahui lebih detail makna
lalai yang dimaksud oleh al-Quir’an terutama dalam permasalahan ibadah (shalat).
Karena, banyaknya umat Islam kurang memahami bahwa dikatakan melalaikan
shalat hanya dari segi waktu dan pelaksanaan shalat itu sendiri, dan tidak dalam
hal dampak dan pengaruh shalat dalam kehidupan.
Sumber data dalam penelitian ini terdiri dari Data Primer, yaitu data utama
yang bersumber dari al-Quran al-Karim dan kitab-kitab tafsir, dan Data Sekunder
adalah sumber data selain sumber data primer. Data ini bisa berasal dari kitab
tafsir, hadis-hadis Nabi SAW, buku-buku atau literatur lain yang berkaitan lagi
mendukung bagi pembahasan ini. Data-data dalam penelitian ini dikumpulkan
melalui (1) Mencari dan mengumpulkan informasi dari berbagai sumber bacaan
yang ada di perpustakaan dan dalam kitab tafsir yang membahas tema sahun. (2)
Mengklasifikasikan data yang sudah di peroleh untuk selanjutnya di bagi menjadi
data primer dan data sekunder. (3) Memadukan berbagai sumber yang telah di
dapat, baik dengan cara mengutip secara langsung maupun tidak langsung dan
lain sebagainya. Selanjutnya, setelah data terkumpul dilakukan analisa melalui
metode tafsir tematik, dengan dua pendekatan yaitu (1) Penetapan sahun sebagai tema sentral. (2) Mengkaji secara ilmiah seluruh data yang telah di peroleh dengan
menggunakan perangkat-perangkat tafsir tematik.
Setelah dilakukan pengumpulan bahan-bahan dan selanjutnya dilakukan
pengkajian secara mendalam tentang makna ”sahun” (lalai) yang terdapat dalam
surat Adz-Dzaariyaat [51] ayat 11 dan surat al-Maa’uun [107] ayat 5 menurut
Mufassirrin klasik dan moderen, sehingga diperoleh suatu kesimpulan bahwa
mufassir klasik dalam melakukan penafsiran lebih bersifat khusus, seperti makna
lalai dalam surat adz-Dzaariyat ayat 11 adalah lalai karena kekufuran dan
kesesatan. Sementara mufassir moderen bersifat umum, yaitu lalai karena
melanggar perintah dan mengerjakan larangan dan lalai terhadap tanda-tanda
kebesaran Allah SWT baik yang bersifat qauliyah (al-Qur’an) maupun kauniyah
(alam semesta).
Adapun dalam menafsirkan surat al-Maa’un ayat 5, ulama klasik kepada
lalai dalam bentuk pelaksanaan shalat, sehingga habisnya waktu shalat dan masuk
waktu shalat yang baru. Sementara mufassir moderen dalam menafsirkan surat al
Maa’un ayat 5 tidak hanya dari segi pelaksanaan shalat, akan tetapi lebih kepada
pengaruh shalat dalam kehidupan, yang berdampak terhadap kurangnya
kepedulian terhadap sesama (fakir miskin) yang mengakibatkan mereka
terjerumus kepada kelompok orang-orang yang mendustakan agama.
Referensi Serupa
MAKNA ‘ADUWW DALAM SURAH AL-BAQARAH MENURUT TAFSIR AL-MUNIR
Usman
MAKNA AL-DAM MENURUT PERSPEKTIF AL-QURAN ( Kajian Tafsir Tematik dan Kaitannya dengan Ilmu Kesehatan)
SUMANTRI ADENIN
MAKNA DAN MANFAAT NUR DAN DHAU’U MENURUT TAFSIR KONTEMPORER
HUSAINA MAYASARI
Hukum Meninggalkan Shalat Berjama’ah Karena Menjaga Anak-Anak Agar Tidak Ribut Ketika Shalat Sedang Berlangsung Menurut Pendapat Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Medan (Studi Kasus Di Masjid Raya Al-Hidayah Kelurahan Bandar Selamat, Kec. Me
Lubis, Ibrahim Ihksan
Hukum Meninggalkan Shalat Berjama’ah Karena Menjaga Anak-Anak Agar Tidak Ribut Ketika Shalat Sedang Berlangsung Menurut Pendapat Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Medan (Studi Kasus Di Masjid Raya Al-Hidayah Kelurahan Bandar Selamat, Kec. Me
Lubis, Ibrahim Ihksan
SIFAT SHALAT MANUSIA DALAM AL-QURAN (TINJAUAN TAFSIR RAHMAH MIN AL-RAHMAN MIN KALAM SYAIKH IBNU ARABI KARYA MAHMUD GHURAB
Sabbih
MAKNA MATÂ’ AL GHURÛR MENURUT MUFFASIR DAN RELEVANSINYA DENGAN KEHIDUPAN MODERN SKRIPSI
RAHMAT FAJRI, -
MAKNA ULU AN-NUHA DAN KARAKTERISTIKNYA DALAM TAFSIR YANG BERCORAK AL-ADABY AL-IJTIMA`I
NURUL IMANINA BINTI ABDUL AZIZ, -
Syajarah menurut Wahbah Az-Zuhaili dalam Tafsir Al-Munir dan Ilmu Biologi
SYAHZANI HANIFAH NASUTION, -
DIYÂTSAH MENURUT TAFSIR FIQIH ( Kajian Tematik )
HIDAYATUL TRI AGUSTIN, -
AT-THIN DALAM AL-QUR’AN MENURUT ULAMA TAFSIR DAN SAINS MODERN (KEMU’JIZATAN AL-QUR’AN DARI ASPEK SAINS)
EMIL LUKMAN HAKIM
AT-THIN DALAM AL-QUR’AN MENURUT ULAMA TAFSIR DAN SAINS MODERN (KEMU’JIZATAN AL-QUR’AN DARI ASPEK SAINS)
EMIL LUKMAN HAKIM
Literatur Lain dari UIN Sultan Syarif Kasim Riau
MAKNA ‘ADUWW DALAM SURAH AL-BAQARAH MENURUT TAFSIR AL-MUNIR
Usman · 2014
MAKNA AL-DAM MENURUT PERSPEKTIF AL-QURAN ( Kajian Tafsir Tematik dan Kaitannya dengan Ilmu Kesehatan)
SUMANTRI ADENIN · 2017
MAKNA DAN MANFAAT NUR DAN DHAU’U MENURUT TAFSIR KONTEMPORER
HUSAINA MAYASARI · 2017
SIFAT SHALAT MANUSIA DALAM AL-QURAN (TINJAUAN TAFSIR RAHMAH MIN AL-RAHMAN MIN KALAM SYAIKH IBNU ARABI KARYA MAHMUD GHURAB
Sabbih · 2015
MAKNA MATÂ’ AL GHURÛR MENURUT MUFFASIR DAN RELEVANSINYA DENGAN KEHIDUPAN MODERN SKRIPSI
RAHMAT FAJRI, - · 2021
MAKNA ULU AN-NUHA DAN KARAKTERISTIKNYA DALAM TAFSIR YANG BERCORAK AL-ADABY AL-IJTIMA`I
NURUL IMANINA BINTI ABDUL AZIZ, - · 2021
Syajarah menurut Wahbah Az-Zuhaili dalam Tafsir Al-Munir dan Ilmu Biologi
SYAHZANI HANIFAH NASUTION, - · 2020
DIYÂTSAH MENURUT TAFSIR FIQIH ( Kajian Tematik )
HIDAYATUL TRI AGUSTIN, - · 2020
Literatur Terbaru yang Relevan
MAKNA ‘ADUWW DALAM SURAH AL-BAQARAH MENURUT TAFSIR AL-MUNIR
Usman · 2014
MAKNA AL-DAM MENURUT PERSPEKTIF AL-QURAN ( Kajian Tafsir Tematik dan Kaitannya dengan Ilmu Kesehatan)
SUMANTRI ADENIN · 2017
MAKNA DAN MANFAAT NUR DAN DHAU’U MENURUT TAFSIR KONTEMPORER
HUSAINA MAYASARI · 2017
Hukum Meninggalkan Shalat Berjama’ah Karena Menjaga Anak-Anak Agar Tidak Ribut Ketika Shalat Sedang Berlangsung Menurut Pendapat Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Medan (Studi Kasus Di Masjid Raya Al-Hidayah Kelurahan Bandar Selamat, Kec. Me
Lubis, Ibrahim Ihksan · 2018
Hukum Meninggalkan Shalat Berjama’ah Karena Menjaga Anak-Anak Agar Tidak Ribut Ketika Shalat Sedang Berlangsung Menurut Pendapat Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Medan (Studi Kasus Di Masjid Raya Al-Hidayah Kelurahan Bandar Selamat, Kec. Me
Lubis, Ibrahim Ihksan · 2018
SIFAT SHALAT MANUSIA DALAM AL-QURAN (TINJAUAN TAFSIR RAHMAH MIN AL-RAHMAN MIN KALAM SYAIKH IBNU ARABI KARYA MAHMUD GHURAB
Sabbih · 2015
MAKNA MATÂ’ AL GHURÛR MENURUT MUFFASIR DAN RELEVANSINYA DENGAN KEHIDUPAN MODERN SKRIPSI
RAHMAT FAJRI, - · 2021
MAKNA ULU AN-NUHA DAN KARAKTERISTIKNYA DALAM TAFSIR YANG BERCORAK AL-ADABY AL-IJTIMA`I
NURUL IMANINA BINTI ABDUL AZIZ, - · 2021