REPOSITORY PAIindonesia2018

TUMA`NINAH DALAM SHOLAT MENURUT IMAM ABU HANIFAH DAN IMAM MALIK

ZULKIFLI RITONGA · UIN Sultan Syarif Kasim Riau

Abstrak / Ringkasan

Sholat adalah merupakan salah satu syariat Islam yang tak seorangpun
diperbolehkan meninggalkanya, dalam kondisi apapun. Syariat sholat sudah
ditentukan oleh nash al-Qur’an dan hadis Nabi saw. Dalam kajian fiqih ketentuan
sholat diatur dalam raung lingkup fiqih ibadah, sedangkan dalam ibadah
ketentuan diteriama atau tidak dapat diukur dengan dua teori, yaitu syarat dan
rukun suatu ibadah. Demikan halnya dengan sholat ada ketentuan syarat dan
rukun sholat, diantara rukun sholat ada yang disepakati oleh para ulama fiqih dan
ada yang diperselisihkan (khilafiyah), diantara khilafiyah rukun (fardu) sholat
adalah thuma’ninah, yaitu diam sejenak dalam setiap gerakan sholat (rukun pikli)
sekedar membaca tasbih. Kajian ini menimbulkan dua pendapat, yaitu pendapat
mazhab Hanafi yang menyatakan bahwa thuma’ninah tidak rukun (fardu sholat)
melainkan sunat sholat, sedangakan pendapat kedua mazhab Maliki yang
cenderung mewajibkannya (bagian dari rukun sholat). Dua penadapat inilah yang
peneliti akan mencoba kaji, dalam rangka untuk mengetahui apa yang dimaksud
dengan thuma’ninah dan bagaimana istinbath kedua mazhab tersebut dalam
menentukan hukum wajib tidaknya thuma’ninah dalam sholat. Penelitian ini jenis
penelitian kepustakaan dengan sumber data primer kitab fiqih kedua mazhab
tersebut dan data sekunder adalah kitab pendukung yang sesuai dengan ruang
lingkup penelitian. Metode analisis menggunakan metode muqaranah mazhab
(perbandingan mazhab).
Thuma’ninah menurut mazhab Hanafi adalah diam sebentar sekedar
membaca tasbih, ini pendapat Abu Yusuf. Demikian juga dalam mazhab Maliki
thuma’ninah adalah diam sejenak ketika rukuk, sujud, i’tidal dan duduk antara
dua sujud seukuran membaca tasbih. Namun kedua mazhab secara prinsip tidak
mewajibkan thuma’ninah, malainkan hanya sebatas sunnat saja atau keafdhalan
saja. karena dalam kedua mazhab tidak ada yang merojihkan tentang wajibnya
thuma’ninah, kecuali hanya perbedaan pendapat antara mereka sesama ulama
dalam mazhabnya, baik Hanafi maupun Maliki.
Istinbath hukum yang di gunakan untuk menghukumi tidak wajibnya
thuma’ninah menurut mazhab Hanafi adalah ayat qur’an surah al-Hajj ayat 77
lebih kuat dari hadis ahad riwayat Bukhari dan Muslim. Sedangkan sebagian
ulama mazhab Maliki menganggap wajib thuma’ninah dengan berdalil pada hadis
tersebut. Maka dari kedua pendapat mazhab tersebut setalah di jam’u dan di
tarjih, yang paling kuat adalah bahwa thuma’ninah wajib untuk sholat wajib dan
sunnat untuk sholat sunnat, ini pendapat yang moderat menurut peneliti, namun
thuma’ninah itu jauh lebih baik, karena mendekatkan kepada kekhusukan dan
meraih banyak hikmah demi kemashlahatan hamba dalam meraih ketengan dalam
ibadah sholat tersebut.

Sitasi

RIS BibTeX
Recommendation Engine

Referensi Serupa

REPOSITORY2021

KETENTUAN WUDHU BAGI PENDERITA SALISUL BAUL STUDI KOMPARATIF ANTARA PENDAPAT MAZHAB SYAFI’I DAN MAZHAB HANBALI

MUHAMAD AMIRUDDIN BIN MAMAT, -

99% mirip
REPOSITORY2018

Ukuran Nafkah Yang Wajib Diberikan Suami Terhadap Istri Menurut Imam Mazhab: Studi Perbandingan Pendapat Imam Hanafi Dan Syafi’i

Muslim

99% mirip
REPOSITORY2018

HUKUM SEORANG SUAMI MERUJUK ISTRINYA DENGAN CARA MENGGAULINYA (STUDI KOMPERATIF PENDAPAT MAZHAB HANAFI DAN MAZHAB SYAFI’I)

MUNAWAROH

99% mirip
REPOSITORY2018

HUKUM JUAL BELI KOTORAN HEWAN MENURUT PENDAPAT MAZHAB HANAFI DAN MAZHAB SYAFI’I

MUHAMMAD HAZWAN FAIZ BIN RIDUWAN

99% mirip
REPOSITORY2022

HUKUM MEMBERIKAN MAHAR OLEH PELAKU KEPADA WANITA YANG DIPERKOSA (STUDI KOMPARATIF ANTARA PENDAPAT MAZHAB HANAFI DAN MAZHAB ASY-SYAFI’I)

NURFATHONAH BINTI MOHAMMAD, -

99% mirip
REPOSITORY2021

HUKUM PEMINDAHAN MAYIT (STUDI KOMPARATIF ANTARA PENDAPAT MAZHAB AS-SYAFI’I DAN MAZHAB HANBALI)

Mohd Iqram Bin Sahabuddin, -

99% mirip
REPOSITORY2014

ANALISIS PENDAPAT MAZHAB HANAFI TENTANG HUKUM PERNIKAHAN ORANG YANG IHRAM

Andri Muda Nasution

99% mirip
REPOSITORY2011

AMALAN MENGHADIAHKAN PAHALA KEPADA MAYIT DALAM PERSPEKTIF FIQH MUQARAN (STUDI KOMPERATIF ANTARA PENDAPAT ULAMA MAZHAB YANG MENDUKUNG DAN MENOLAKNYA)

Alfi Syukri

99% mirip
REPOSITORY

Hukum terhadap hadiah yang tidak diberikan atas pembelian detergen dengan skema akad wakalah perspektif mazhab Syafi’i (Studi kasus di Pasar Sukaramai kecamatan Medan Area kotamadya Medan)

Siregar, Astri Maysarah

99% mirip
REPOSITORY

Hukum terhadap hadiah yang tidak diberikan atas pembelian detergen dengan skema akad wakalah perspektif mazhab Syafi’i (Studi kasus di Pasar Sukaramai kecamatan Medan Area kotamadya Medan)

Siregar, Astri Maysarah

99% mirip
REPOSITORY2018

ANALISIS PENDAPAT MAZHAB MALIK TENTANG WASIAT KEPADA PEMBUNUH

AL ARAFMAN SUPRIADI

99% mirip
REPOSITORY2012

ANALISIS PENDAPAT MAZHAB HANAFI TENTANG THALAK PAKSA

Irwanto

99% mirip
Sumber yang Sama

Literatur Lain dari UIN Sultan Syarif Kasim Riau

Bacaan Lanjutan

Literatur Terbaru yang Relevan