AMALAN MENGHADIAHKAN PAHALA KEPADA MAYIT DALAM PERSPEKTIF FIQH MUQARAN (STUDI KOMPERATIF ANTARA PENDAPAT ULAMA MAZHAB YANG MENDUKUNG DAN MENOLAKNYA)
Alfi Syukri · UIN Sultan Syarif Kasim Riau
Abstrak / Ringkasan
Setiap muslim yang baligh berakal diberi pahala oleh Allah jika ia
melaksanakan suatu amal ibadah. Namun, pahala amal kebaikan yang telah
didapat oleh orang yang mengerjakan dan sudah berada dalam “simpanan”-nya,
terjadi perbedaan pendapat di kalangan ulama tentang boleh atau tidak bolehnya
dan tentang sampai atau tidak sampainya pahala itu jika dihadiahkannya kepada
orang lain, umpamanya kepada ibu bapaknya, kepada karib kerabatnya, kepada
sanak familinya, atau kepada orang lain sesama muslim yang telah wafat.
Skripsi yang berjudul “Amalan Menghadiahkan Pahala Kepada Mayit
Dalam Perspektif Fiqh Muqaran (Studi Komperatif Antara Pendapat Ulama
Mazhab Yang Mendukung dan Menolaknya)” ini ditulis berdasarkan latar
belakang pemikiran bahwa di kalangan masyarakat muslim Indonesia yang
mayoritas menganut mazhab Syafi’i, sering terlihat tradisi atau semacam praktek
dan ritual keagamaan yang dilakukan dengan niat untuk mengirimkan atau
menghadiahkan pahalanya kepada anggota keluarga, saudara, kerabat dan sanak
famili mereka yang telah meninggal dunia. Ritual keagamaan seperti ini masih
tetap eksis dalam kehidupan masyarakat meskipun ada “kajian-kajian” yang
mengatakan bahwa amalan ibadah yang dilakukan kemudian pahalanya
dihadiahkan kepada orang yang telah meninggal dunia bukan merupakan pendapat
imam Syafi’i itu sendiri dan hadiah pahala itu tidak akan sampai kepada orang
yang telah meninggal tersebut.
Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pendapat ulama
mazhab dan dalil-dalil yang mereka pakai tentang menghadiahkan pahala kepada
mayit dan penyebab terjadinya perbedaan pendapat di antara mereka serta untuk
mengetahui hasil muqaranah dan pentarjihan dalam masalah amalan
menghadiahkan pahala kepada mayit.
Penelitian ini berbentuk penelitian kepustakaan (library research) dengan
menggunakan kitab-kitab standar dalam masing-masing mazhab sebagai rujukan primernya. Sedangkan bahan sekunder dalam tulisan ini adalah sejumlah literatur
yang ada kaitannya dengan penelitian ini, misalnya kitab-kitab fiqh umum, kitab
kitab tafsir, kitab-kitab hadis, artikel-artikel yang terdapat di berbagai jurnal
ilmiah, internet dan media informasi lainnya, serta literatur lainnya. Adapun
metode analisa data yang digunakan adalah metode content analisist dan
komparatif.
Berdasarkan analisis dari data-data tersebut, dengan melihat keseluruhan
dalil yang disebutkan, tanpa mengurangi rasa hormat atas pendapat para ulama
yang lain, maka pendapat yang paling kuat menurut hemat peneliti adalah
pendapat yang menyatakan tidak sampainya pahala yang dilakukan oleh orang
yang masih hidup kepada si mayit kecuali yang disebutkan secara khusus oleh
dalil. Pentarjihan ini peneliti ambil dengan landasan bahwa prinsip dasar dalam
ibadah yaitu tawaquf (diam) sampai terdapat dalil yang menunjukkan
disyari’atkannya. Sedangkan di sini hanya terdapat dalil yang menunjukkan
pensyariatan sebagian saja, sehingga semestinya meninggalkan selain itu.
Begitu juga Rasulullah saw tidak pernah menganjurkan umatnya untuk
mengamalkannya (pengiriman pahala bacaan), dan tidak pernah memberikan
bimbingan, baik dengan nash maupun dengan isyarat. Dan tidak ada seorang
shahabat pun yang pernah mengamalkan perbuatan tersebut. Kalaupun amalan
semacam itu memang baik, tentu mereka lebih dahulu mengerjakannya, padahal
amalan pendekatan diri kepada Allah tersebut hanya terbatas pada nash-nash
(yang ada dalam Al-Qur’an dan As-Sunnah) dan tidak boleh dipalingkan dengan
qiyas-qiyas dan pendapat-pendapat.
Referensi Serupa
Hadiah Pahala Amalan Menurut Ulama-Ulama Di Kabupaten Aceh Timur
Mukti, Ibnu
Hadiah Pahala Amalan Menurut Ulama-Ulama Di Kabupaten Aceh Timur
Mukti, Ibnu
KIRIMAN PAHALA DARI ORANG HIDUP KEPADA YANG TELAH WAFAT MENURUT PERSFEKTIF HADITS
PAISAL
ANALISIS PENDAPAT IBNU TAIMIYAH TENTANG MEMBERIKAN ZAKAT KEPADA ORANG TUA
Imron Rosadi
ANALISIS PENDAPAT MAZHAB HANAFI TENTANG HUKUM PERNIKAHAN ORANG YANG IHRAM
Andri Muda Nasution
HUKUM SEORANG SUAMI MERUJUK ISTRINYA DENGAN CARA MENGGAULINYA (STUDI KOMPERATIF PENDAPAT MAZHAB HANAFI DAN MAZHAB SYAFI’I)
MUNAWAROH
ANALISIS PENDAPAT MAZHAB MALIK TENTANG WASIAT KEPADA PEMBUNUH
AL ARAFMAN SUPRIADI
Hukum Meninggalkan Shalat Berjama’ah Karena Menjaga Anak-Anak Agar Tidak Ribut Ketika Shalat Sedang Berlangsung Menurut Pendapat Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Medan (Studi Kasus Di Masjid Raya Al-Hidayah Kelurahan Bandar Selamat, Kec. Me
Lubis, Ibrahim Ihksan
Hukum Meninggalkan Shalat Berjama’ah Karena Menjaga Anak-Anak Agar Tidak Ribut Ketika Shalat Sedang Berlangsung Menurut Pendapat Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Medan (Studi Kasus Di Masjid Raya Al-Hidayah Kelurahan Bandar Selamat, Kec. Me
Lubis, Ibrahim Ihksan
HUKUM MEMBERIKAN MAHAR OLEH PELAKU KEPADA WANITA YANG DIPERKOSA (STUDI KOMPARATIF ANTARA PENDAPAT MAZHAB HANAFI DAN MAZHAB ASY-SYAFI’I)
NURFATHONAH BINTI MOHAMMAD, -
HUKUM PEMINDAHAN MAYIT (STUDI KOMPARATIF ANTARA PENDAPAT MAZHAB AS-SYAFI’I DAN MAZHAB HANBALI)
Mohd Iqram Bin Sahabuddin, -
Hukum Shalat Jumat Orang Yang Menggunakan Handphone Pada Saat Khatib Berkhutbah Menurut Pendapat Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Kota Subulussalam (Studi Kasus Di Kota Subulussalam)
Jalil, Jalil
Literatur Lain dari UIN Sultan Syarif Kasim Riau
KIRIMAN PAHALA DARI ORANG HIDUP KEPADA YANG TELAH WAFAT MENURUT PERSFEKTIF HADITS
PAISAL · 2017
ANALISIS PENDAPAT IBNU TAIMIYAH TENTANG MEMBERIKAN ZAKAT KEPADA ORANG TUA
Imron Rosadi · 2014
ANALISIS PENDAPAT MAZHAB HANAFI TENTANG HUKUM PERNIKAHAN ORANG YANG IHRAM
Andri Muda Nasution · 2014
HUKUM SEORANG SUAMI MERUJUK ISTRINYA DENGAN CARA MENGGAULINYA (STUDI KOMPERATIF PENDAPAT MAZHAB HANAFI DAN MAZHAB SYAFI’I)
MUNAWAROH · 2018
ANALISIS PENDAPAT MAZHAB MALIK TENTANG WASIAT KEPADA PEMBUNUH
AL ARAFMAN SUPRIADI · 2018
HUKUM MEMBERIKAN MAHAR OLEH PELAKU KEPADA WANITA YANG DIPERKOSA (STUDI KOMPARATIF ANTARA PENDAPAT MAZHAB HANAFI DAN MAZHAB ASY-SYAFI’I)
NURFATHONAH BINTI MOHAMMAD, - · 2022
HUKUM PEMINDAHAN MAYIT (STUDI KOMPARATIF ANTARA PENDAPAT MAZHAB AS-SYAFI’I DAN MAZHAB HANBALI)
Mohd Iqram Bin Sahabuddin, - · 2021
ANALISIS PENDAPAT MAZHAB HANAFI TENTANG THALAK PAKSA
Irwanto · 2012
Literatur Terbaru yang Relevan
Hadiah Pahala Amalan Menurut Ulama-Ulama Di Kabupaten Aceh Timur
Mukti, Ibnu · 2019
Hadiah Pahala Amalan Menurut Ulama-Ulama Di Kabupaten Aceh Timur
Mukti, Ibnu · 2019
KIRIMAN PAHALA DARI ORANG HIDUP KEPADA YANG TELAH WAFAT MENURUT PERSFEKTIF HADITS
PAISAL · 2017
ANALISIS PENDAPAT IBNU TAIMIYAH TENTANG MEMBERIKAN ZAKAT KEPADA ORANG TUA
Imron Rosadi · 2014
ANALISIS PENDAPAT MAZHAB HANAFI TENTANG HUKUM PERNIKAHAN ORANG YANG IHRAM
Andri Muda Nasution · 2014
HUKUM SEORANG SUAMI MERUJUK ISTRINYA DENGAN CARA MENGGAULINYA (STUDI KOMPERATIF PENDAPAT MAZHAB HANAFI DAN MAZHAB SYAFI’I)
MUNAWAROH · 2018
ANALISIS PENDAPAT MAZHAB MALIK TENTANG WASIAT KEPADA PEMBUNUH
AL ARAFMAN SUPRIADI · 2018
Hukum Meninggalkan Shalat Berjama’ah Karena Menjaga Anak-Anak Agar Tidak Ribut Ketika Shalat Sedang Berlangsung Menurut Pendapat Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Medan (Studi Kasus Di Masjid Raya Al-Hidayah Kelurahan Bandar Selamat, Kec. Me
Lubis, Ibrahim Ihksan · 2018