REPOSITORY PAIindonesia2014

“ Penggunaan tes DNA Sebagai Alat Bukti Dalam Menetapkan Hubungan Nasab Menurut Perspektif Hukum Islam ( Studi Kasus Di Mahkamah Syariah, Shah Alam, Selangor)”.

Asyraf · UIN Sultan Syarif Kasim Riau

Abstrak / Ringkasan

Penelitian ini bersifat lapangan, yang mengkaji masalah penggunaan tes DNA sebagai
alat bukti dalam menetapkan hubungan nasab apakah sesuai dengan dasar-dasar hukum Islam
yang disandarkan kepada hadith dan pendapat para ulamak. Tes DNA bukanlah perkara baru
dalam lapangan sains, tapi bila persoalan itu diusung dalam konteks agamawi, tentu akan
menjadi hal yang sangat menarik. DNA merupakan bahan kimia utama yang berfungsi sebagai
penyusun gen yang menjadi unit penurunan sifat, yang meneruskan informasi biologis dari induk
kepada keturunannya. Dalam perkembangannya tes DNA dilakukan dengan berbagai alasan
seperti persoalan peribadi dan hukum antaranya: mengetahui identitas seseorang, penetapan
nasab dan masalah forensik. Kaedah inilah yang digunakan sebagai bukti untuk menentukan
hubungan nasab jika terdapat keraguan. Namun di dalam Hukum Islam, telah menetapkan bahwa
anak yang lahir di dalam suatu perkawinan yang sah adalah dinasabkan kepada orang tuanya. Di
dalam beberapa kasus yang dijelaskan dalam skripsi ini, Hakim telah menggunakan bukti tes
DNA dan menetapkan nasab tersebut berdasarkan hasil tes DNA meskipun anak tersebut lahir di
dalam suatu ikatan perkawinan yang sah. Adapun masalah dalam penelitian ini yaitu, bagaimana
prosedur kasus penetapan hubungan nasab di Mahkamah Syariah, Shah Alam Selangor dan
bagaimana penetapan nasab berdasarkan tes DNA di Mahkamah Syariah, Shah Alam Selangor
serta bagaimana pula pandangan Hukum Islam terhadap penggunaan tes DNA sebagai bukti
adanya hubungan nasab.
Penelitian ini dilakukan di Mahkamah Syariah, Shah Alam Selangor. Adapun tujuan
penulis melakukan penelitian tentang masalah ini adalah untuk mengetahui prosedur penetapan
hubungan nasab di Mahkamah Syariah, Shah Alam Selangor dan mengetahui tentang penetapan
nasab berdasarkan tes DNA di Mahkamah Syariah, Shah Alam, Selangor serta untuk mengetahui
pandangan Hukum Islam terhadap penggunaan tes DNA sebagai alat bukti adanya hubungan
nasab.Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara,
observasi dan studi dokument. Data-data yang terkumpul tersebut bersumberkan kepada data
primer yaitu data-data yang peneliti peroleh dari lapangan dan data sekunder yang yaitu data
data yang bersumber dari hakim dan petugas di Mahkamah Syariah, Shah Alam, Selangor.
Sedangkan metode analisa data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisa
diskriptif kualitatif, yaitu data-data yang terkumpul dan diolah berdasarkan pengamatan
mendalam dan dianalisa berdasarkan bahan hukum primer dan hukum Islam serta
mengklasifikasikan data tersebut sehingga diperoleh gambaran yang utuh tentang masalah yang
diteliti.
Dari hasil penelitian yang penulis lakukan, dapat disimpulkan bahwa penggunaan tes
DNA sememangnya dibolehkan di Mahkamah Syariah khususnya Mahkamah Syariah, Shah
Alam, Selangor sebagai alat bukti dalam menetapkan hubungan nasab. Namun penggunaan tes
DNA tersebut adalah didasarkan kepada enakmen keterangan syariah sahaja yang bersifat tidak
mengikat, akan tetapi mampu mempengaruhi keputusan hakim dalam mengadili suatu kasus.
Selain itu juga, sehingga kini, masih belum terdapat enakmen khusus di dalam undang-undang
keluarga islam khususnya undang-undang keluarga Islam Selangor yang mengatur tentang
penggunaan tes DNA tersebut. Meskipun penggunaan tes DNA telah diharuskan oleh
kebanyakkan ulama masa kini dan banyak membantu mahkamah dalam mengadili suatu kasus,
namun penggunaan tes DNA tersebut tidak seharusnya di lakukan sewenang-wenangnya tanpa
mengambil kira kaedah utama yang sudah ditetapkan dalam hukum syarak seperti firasy, saksi
dan ikrar.

Sitasi

RIS BibTeX
Recommendation Engine

Referensi Serupa

REPOSITORY2015

PENYELESAIAN KASUS POLIGAMI TANPA IZIN OLEH MAHKAMAH RENDAH SYARIAH KOTA BHARU KELANTAN MALAYSIA DITINJAU MENURUT HUKUM ISLAM

Noor Alyani Binti Adzmin

99% mirip
REPOSITORY2015

PERCERAIAN DI LUAR MAHKAMAH DAN DAMPAKNYA TERHADAP ISTRI DAN ANAK (Kajian Penyelesaian Kasus Di Mahkamah Rendah Syariah Kota Bharu Kelantan, Malaysia Ditinjau Menurut Hukum Islam)

Asmat Binti Zakaria

99% mirip
REPOSITORY2020

FAST TRACK SEBAGAI SALAH SATU KAIDAH PERCERAIAN KAJIAN DI MAHKAMAH TINGGI SYARIAH SHAH ALAM NEGERI SELANGOR (Studi Kasus di Mahkamah Rendah Syariah Daerah Kuala Selangor)

BINTI KHAIRUD DIN, KAMALIA

99% mirip
REPOSITORY2021

TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP PASAL 17 PERATURAN MAHKAMAH AGUNG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1 TAHUN 2016 TENTANG TAHAPAN PRAMEDIASI DALAM PEMERIKSAAN PERKARA PERCERAIAN

Yunia Nurisman, -

99% mirip
REPOSITORY2018

PERNIKAHAN TANPA IZIN MAHKAMAH DITINJAU MENURUT HUKUM ISLAM (STUDI KASUS DI MAHKAMAH RENDAH SYARIAH TANAH MERAH KELANTAN, MALAYSIA)

MUHAMMAD NUR FAQIH BIN ABDULL FATAH

99% mirip
REPOSITORY2018

PROSES PENYELESAIAN NAFKAH ISTERI DI MAHKAMAH RENDAH SYARIAH TANAH MERAH KELANTAN, PERSPEKTIF HUKUM ISLAM (Studi Kasus di Mahkamah Rendah Syariah Tanah Merah Kelantan)

NOR SYAZANA BINTI MD HUSSEIN @ MUSTAPHA

99% mirip
REPOSITORY2013

PENGGUNAAN JASA BANK SYARIAH MANDIRI OLEH MASYARAKAT DESA ALAHAIR PASCA BERDIRINYA BANK SYARIAH MANDIRI (BSM) CABANG SELATPANJANG MENURUT PERSPEKTIF HUKUM ISLAM

SAHIDUN

99% mirip
REPOSITORY2017

Pembagian harta bersama pada masyarakat muslim di selangor (studi kasus di mahkamah tinggi syariah shah alam)

Binti Abdul Rahim, Nurul Najihah

99% mirip
REPOSITORY2017

Pembagian harta bersama pada masyarakat muslim di selangor (studi kasus di mahkamah tinggi syariah shah alam)

Binti Abdul Rahim, Nurul Najihah

99% mirip
REPOSITORY2012

penyelesaian pelaksanaan wasiat wajibah di Mahkamah Syariah Negeri Selangor.Tahun 2008 sampai dengan 2010.

Wan Faizah binti Wan Yusoff

99% mirip
REPOSITORY2025

ANALISIS HUKUM ISLAM TERHADAP STATUS NASAB ANAK AKIBAT MARRIED BY ACCIDENT DALAM FILM DUA GARIS BIRU

Nufus, Hayatun

99% mirip
REPOSITORY2015

PUTUSAN MAHKAMAH KONSTITUSI TENTANG STATUS ANAK DI LUAR PERKAWINAN NOMOR46/ PUU-VIII/2010 DI TINJAU DARI HUKUM ISLAM DANHUKUM DI INDONESIA

Desi Ratna Sari

99% mirip
Sumber yang Sama

Literatur Lain dari UIN Sultan Syarif Kasim Riau

Bacaan Lanjutan

Literatur Terbaru yang Relevan